Jumat, 16 Juni 2017

18 Tempat Wisata di Macau yang Wajib Dikunjungi

Macau dikenal sebuah kota yang memiliki perpaduan lebih dari 2 budaya, yaitu budaya Cina, Barat dan Portugis. Maka tidaklah heran bila campuran budaya tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi Macau yang bisa dilihat dari makanan, tradisi serta gaya bangunannya. Untuk dapat merasakan pengalaman seru di Macau yang berlokasi di provinsi Guangdong, China, berikut adalah daftar tempat wisata di Macau yang bisa didatangi.
ads

Benteng Guia

benteng guiaDidirikan antara tahun 1622 dan 1638, di dalam benteng bisa pengunjung lihat ada sebuah kapel yang dibangun oleh para biarawati Klaris yang dulunya menghuni tempat tersebut sebelum terbangunnya Convent of St. Clare. Saat masuk ke kapelnya, kita akan dapat melihat lukisan dinding rumit yang mempresentasikan dua tema gabungan antara China dan Barat. Pada lukisan tersebut ada motif inspirasi mitologi serta agama yang menjadi contoh sempurna dari dimensi multikultural Macau.
Ada lagi Guia Lighthouse yang ada sejak tahun 1865 dan menjadi mercusuar modern pertama di pantai China. Simbol maritim, misionaris dan militer di Macau sangat jelas ditunjukkan oleh Benteng Guia ini bersama dengan kapel dan mercusuarnya. Hanya saja, sayangnya untuk bagian mercusuar tidak diperbolehkan untuk dikunjungi publik, bahkan untuk di kapelnya, para pengunjung juga dilarang mengabadikan dengan memotret maupun merekam.
  • Benteng Guia buka dari jam 9 pagi sampai jam setengah 6 sore.
  • Kapel Guia buka dari jam 10 pagi hingga 5 sore.
  • Pengunjung bisa menikmati penelusuran di tempat ini secara gratis.

Museum Grand Prix

Museum Grand PrixBagi para wisatawan yang suka dengan Grand Prix, museum yang resmi dibuka pada tahun 1993 untuk merayakan ulang tahun Grand Prix Macau ke-40 ini bisa menjadi salah satu destinasi utama saat berlibur di Macau. Sejumlah motor dan mobil balap dipamerkan oleh museum ini setiap tahunnya di bulan November dan ini berlangsung sudah sejak tahun 1954 karena para penduduk Macau yang memiliki antusiasme tinggi beserta dukungan dari pemerintah Macau.
  • Museum Grand Prix buka dari hari Rabu hingga Senin dari jam 10 pagi sampai 8 malam dan khusus setiap hari Selasa museum ini tutup.
  • Pengunjung bisa dengan bebas mengunjungi tempat ini dan menikmati setiap koleksi museum tanpa harus membayar tiket masuk.

Venetian Resort

Venetian Resort....Bila ingin berkunjung ke tempat yang romantis di Macau, satu spot yang tidak boleh sampai terlewat adalah Venetian Resort. Tidak usah jauh-jauh untuk berkunjung ke Italia untuk melihat pemandangan seperti yang ada di kota Venice, karena dengan menjejakkan kaki di Macau, tepatnya di Venetian Resort, segala panorama yang indah bisa dinikmati. Ada sebuah gondola yang para wisatawan bisa naiki untuk mengelilingi Hotel Venetian.
Tidak hanya pemandangan super cantik ala Venice yang menyejukkan hati, bahkan sang pilot gondola juga akan tampil menghibur dengan menyanyi secara merdu sambil membawa Anda berkeliling. Ini memang lebih pas bagi pasangan karena romantisnya perjalanan bakal dapat dirasakan dan membuat pengalaman liburan di Macau makin memuaskan.
  • Venetian Resort untuk yang San Luca dan Marco Polo buka dari jam 11 siang sampai 7 malam, sementara Grand Canal akan menerima pengunjung dari jam 11 siang sampai 10 malam.
  • Untuk naik gondola, pengunjung dewasa dikenakan MOP 118 atau sekitar Rp 198 ribu, anak-anak akan dikenakan MOP 88 atau sekitar Rp 148 ribu, dan untuk gondola secara pribadi dikenakan MOP 472 atau sekitar Rp 793 ribu.

Nam Van Lake Cybernetic Fountain

Nam Van Lake Cybernetic FountainPertunjukan seru dan indah yang bisa dinikmati selama di Macau adalah air mancur yang disertai dengan cahaya-cahaya spektakuler di Nam Van Lake. Air mancur yang dibangun oleh sebuah perusahaan gabungan Spanyol dan Portugis ini mempertunjukkan 86 semburan dan diterangi oleh lampu sorot berwarna sejumlah 288 buah. Air jet paling tinggi semburannya adalah 80 meter dan inilah yang menjadi keunggulan dari obyek wisata ini.
  • Untuk pertunjukan laser bisa ditonton pada hari Sabtu sampai Minggu pada dua waktu, yaitu jam setengah 9 malam hingga 9 malam dan setengah 10 malam hingga 10 malam.
  • Untuk pertunjukan musik bisa dinikmati pada hari Senin sampai Jumat pada empat waktu, yaitu jam 1 hingga 2 siang, jam 6 hingga 7 malam, jam 8 hingga 9 malam, dan setengah 10 hingga 10 malam. Sementara untuk hari Sabtu dan Minggu, pertunjukan musik digelar pada enam waktu, yaitu jam 10 hingga 11 siang, jam 1 hingga 2 siang, jam 3 hingga 4 sore, jam 6 hingga 7 malam, jam 8 hingga 9 malam, serta jam setengah 10 hingga 10 malam.
  • Pengunjung bisa menonton semua pertunjukan tersebut tanpa dikenakan biaya.

Kwun Ya Kai – Taipa

Kwun Ya Kai – TaipaBerlibur ke Macau sebaiknya tidak lupa untuk berkunjung ke Taipa yang kaya akan makanan ringan serta makanan penutup yang beragam dan lezat. Di tempat inilah para wisatawan bisa mencoba biskuit fermentasi kacang merah, biskuit aya, serta kue daging. Walau memang dikenal sebagai kota tua, pelancong tidak akan merasa bosan dengan adanya toko-toko kue berjajar yang sudah dikelola selama beberapa generasi. Jika hobi berkuliner, maka Kwun Ya Kai adalah spot yang sangat direkomendasikan untuk mengicipi berbagai kue dan biskuit.
Bahkan ketika lewat di jalan ini pun Anda akan tergoda oleh bau harum dari kue dan biskuit yang baru jadi. Kue-kue serta biskuit-biskuit khas Macau tersebut ditawarkan dengan rasa yang bervariasi dan para wisatawan biasanya datang tidak hanya sekadar dimakan di tempat namun juga bisa dibeli untuk oleh-oleh. Jangan ketinggalan untuk merasakan egg tart ala Portugis yang paling terkenal di kawasan ini; khusus kue tersebut bisa ditemukan di sebagian besar toko kue dan kafe di Kwun Ya Kai. Es krim rasa durian, kue almond, manisan nougat, dan roti isi daging babi panggang juga merupakan kue-kue terlaris yang ada di Taipa karena saking eksotis dan lezatnya makanan tersebut.

Macau Tower

Macau TowerSpot satu ini bisa dijadikan destinasi utama ketika berencana untuk liburan di Macau karena Menara Macau adalah obyek wisata yang akan melengkapi kesenangan Anda. Dengan tinggi 338 meter, segala keindahan kota Macau dapat dinikmati dari atas puncak Macau Tower ini. Tantang diri Anda juga untuk berjalan di luar gedung Macau Tower yang ada di atas di mana lantainya terbuat dari kaca sehingga bisa langsung melihat kota Macau. Kegiatan lainnya yang bisa memacu adrenalin adalah bungee jumping, jadi bagi yang suka tantangan obyek ini begitu wajib untuk didatangi.
Bahkan bungee jumping yang ada di menara ini adalah yang paling tinggi yang ada di dunia. Dari ketinggian 338, silakan coba tantangan ini jika Anda punya nyali yang besar. Selain adanya menara dan wahana penuh tantangan tersebut, wisatawan juga akan menemukan bioskop, restoran, serta Pusat Pertemuan dan Hiburan 4 lantai. Hal yang menyenangkan di tempat ini adalah pada malam harinya Anda bisa makan malam di skywalk setelah puas memotret. Yang hobi berkuliner jangan sampai melewatkan makanan-makanan nikmat dengan taraf hotel berbintang lima hanya di Macau Tower.
  • Macau Tower buka dari jam 10 pagi hingga 9 malam di hari biasa, sementara itu di akhir pekan dan hari besar akan melayani pengunjung dari jam 9 pagi hingga 9 malam.
  • Pengunjung anak-anak yang usianya antara 3-11 tahun serta pengunjung dengan usia 65 tahun ke atas dikenakan MOP 60 atau sekitar Rp 101 ribu.
  • Pengunjung dewasa dikenakan MOP 120 atau sekitar Rp 202 ribu.

Flora Garden

Flora GardenDi Macau juga terdapat Flora Garden yang dibangun dengan gaya Eropa dan letaknya ada di dasar Bukit Guia. Pada zaman dulu, Flora Garden ini merupakan Flora Palace, yaitu sebuah mansion Portugis aristokrat. Sesampainya di tempat ini kita akan melihat gerbang batu di mana dulunya merupakan sebuah pos jaga istana. Di tempat ini para wisatawan dapat menikmati teras dengan pohon-pohon rindang serta sebuah kebun binatang kecil.
Untuk dapat mengunjungi puncak Bukit Guia, para wisatawan bisa memanfaatkan cable car yang memang disediakan di dekat gerbang taman. Pemandangan taman yang luas serta panorama kota adalah segala yang dapat ditangkap oleh mata pengunjung dengan cable car tersebut.
  • Harga tiket cable car yang dikenakan kepada pengunjung dewasa sebesar MOP $3 atau sekitar Rp 5 ribu untuk satu arah, sementara untuk yang pulang-pergi dikenakan MOP $5 atau sekitar Rp 8 ribu.
  • Harga tiket cable car yang dikenakan kepada pengunjung anak-anak dengan usia antara 2-18 tahun serta orang dewasa berusia 65 tahun ke atas adalah MOP $2 atau sekitar Rp 3 ribu untuk satu arah, sementara untuk yang pulang-pergi dikenakan MOP $3 atau sekitar Rp 5 ribu.
  • Flora Garden beroperasi dari jam 8 pagi hingga 6 petang dari hari Selasa sampai Minggu, dan itu artinya setiap Senin tempat ini tutup. Namun, pada libur hari besar Flora Garden akan tetap buka.
  • Pengunjung tidak akan dikenakan biaya masuk ke taman, kecuali bila naik cable car.
    ads

Kun Iam Tong

Kun Iam TongIni adalah bangunan kuil yang tujuan pembangunannya adalah untuk menghormati Dewi Pengampunan dan pendiriannya pun sudah sejak abad ke-13, sementara untuk bangunan paling anyar setelah mengalami serangkaian perubahan adalah dari sejak tahun 1627. Jika ingin berwisata bangunan dan tertarik untuk datang ke sebuah kuil paling megah dan besar di Macau, inilah tempat yang paling oke. Gerbang serta atapnya yang besar memang menjadi pesona dari bangunan ini. Wisatawan beruntung yang datang di hari ke-19 di bulan ke-11, ke-9, ke-6 dan ke-2 akan dapat menonton Festival Kun Iam.
  • Kuil ini menerima pengunjung hanya dari jam 7 pagi sampai setengah 6 sore.
  • Tidak dikenakan biaya bagi siapapun yang datang dan ingin melihat-lihat di tempat ini.

Gereja St. Dominic

Gereja St. DominicPara pengunjung akan merasa terpesona sesampainya di gereja yang pendiriannya sudah dari tahun 1587 ini. Pembangunan gereja ini diinisiasi oleh tiga pendeta Spanyol yang asalnya diketahui dari Meksiko, tepatnya dari Acapulco yang memiliki berbagai macam keindahan yang berada di dalam gereja St. Dominic ini.
Menara lonceng yang terdapat di bagian belakang gereja ini sudah mengalami modifikasi dan akhirnya diubah menjadi sebuah museum kecil yang mempertunjukkan koleksi artifak yang berjumlah 300 lebih. Gereja St. Dominic menerima pengunjung mulai dari jam 10 pagi sampai 6 petang saja.

Macau Giant Panda Pavilion

Macau Giant Panda PavilionHarta karun Macau lainnya yang layak untuk dijadikan destinasi liburan adalah Macau Giant Panda Pavilion yang lokasinya memang cukup jauh dari kawasan gemerlap resort-resort Macau. Bila berkunjung ke Taman Seac Pai Van, maka Anda akan menemukan dua ekor panda besar yang amat langka di tempat ini, mereka adalah Xin Xin dan Kai Kai. Paviliun yang dibangun di atas lahan sebesar 3000 meter persegi ini memiliki dua bagian ruangan, indoor dan outdoor berikut juga pusat-pusat logistik untuk memberi makan dan merawat panda-panda tersebut.
Pemerintah China Daratan-lah yang menghadiahkan kedua panda tersebut untuk memperingati ulang tahun reunifikasi antara China dengan Macau yang ke-10. Salah satu komitmen dari pemerintah Macau sendiri adalah ingin berbagi harta nasional kepada warga Macau sendiri maka tidak heran bila kedua panda raksasa yang tetap kelihatan imut tersebut ada di taman ini.
  • Paviliun ini buka dan menerima pengunjung mulai dari jam 10 pagi sampai 1 siang, dan disambung lagi pada jam 2 siang sampai 5 sore. Namun, tempat ini libur setiap hari Senin, dan bila hari besar jatuh di hari Senin, maka sebagai gantinya akan tutup di hari Selasa.
  • Pengunjung anak-anak yang usianya 12 tahun ke bawah serta orang dewasa berusia 65 tahun ke atas tidak dikenakan biaya masuk.
  • Pengunjung dewasa dikenakan MOP 10 atau sekitar Rp 17 ribu.

Senado Square

Senado SquareBelum lengkap dan seru rasanya kalau belum menginjakkan kaki di landmark Macau yang berbentuk alun-alun ini. Sesampainya di sini, Anda akan dapat melihat secara langsung gedung-gedung klasik bergaya Spanyol yang mengelilingi alun-alun yang desainnya bergaya Portugis ini. Indahnya susunan dari batu lantai pada obyek wisata ini juga akan menarik perhatian kita berikut lampu-lampu temaram serta gedung-gedung kunonya. Berjalan-jalan di tempat ini bersama dengan pasangan akan lebih terasa romantisnya.
Di bagian tengah Anda pun akan mendapati air mancur yang mendukung suasana menjadi makin luar biasa indah. Menjadi salah satu warisan dunia UNESCO, Senado Square memiliki luas 3.700 meter persegi dan memang dianggap sebagai bagian dari pusat sejarah Macau yang tidak bisa disepelekan. Di daerah inilah Anda akan dapat menemukan Gereja St. Dominic selain dari toko-toko yang berjejer. Zaman dulu, saat Portugis masih berkuasa di Macau, area Senado Square dijadikan sebagai tempat pameran kekuatan militer.

Reruntuhan St. Paul

Reruntuhan St. Paul.........Ciri khas Macau yang tidak boleh terlupakan adalah reruntuhan St. Paul atau Sao Paulo di mana anak tangga besar menuju tempat ini merupakan pemandangan yang luar biasa di Macau. Alasan mengapa tempat ini disebut dengan reruntuhan adalah karena memang sempat terjadi kebakaran yang terjadi tidak hanya sekali pada bangunan ini, yaitu pada tahun 1601 dan 1835.
Konon, gereja ini dulunya berjejeran dengan perpustakaan serta kampus klasik yang akhirnya juga habis terbakar. Sempat ada upaya-upaya dalam mendirikan kembali bangunan megah tersebut, namun versi bangunan yang sudah ada di dalam banyak benak pengunjung bakal susah ditandingi oleh kondisi terbarunya.

Rumah Mandarin

rumah mandarinDibangun sebelum 1869, Mandarin House ini dulunya digunakan sebagai rumah tinggal dari seorang tokoh sastra terkemuka di zaman itu, yaitu Zheng Guanying. Sebagai rumah tradisional China tentunya ada banyak hal menarik di dalamnya yang, termasuk halaman rumah yang memiliki gaya perpaduan antara Barat dan China. Hal tersebut sangat tampak jelas dengan melihat bagian penggunaan batu-bata abu-abu pada ornamen melengkung bberikut kisi jendela yang terbuat dari kayu China pada panel jendela yang terbuat dari India. Untuk menjelajahi obyek wisata satu ini, ada pemandu tur yang tersedia untuk melayani pengunjung dalam bahasa Kanton melalui proses reservasi.
  • Mandarin House ini buka dari jam 10 pagi hingga 6 petang dan akan tutup pada setiap hari Rabu, kecuali hari libur jatuh pada hari Rabu.
  • Pengunjung dapat datang dan menikmati setiap sudut rumah ini tanpa harus mengeluarkan kocek berapapun.
    Sponsors Link

Casa Garden

Casa Garden...Taman ini bertempat di sebuah rumah yang sudah eksis sejak tahun 1770 dan dulunya menjadi sebuah tempat tinggal bagi seorang saudagar kaya asal Portugis yang bernama Manuel Pereira. Beberapa waktu kemudian, rumah ini disewakan kepada East India Company. Untuk sekarang ini, properti dijadikan sebagai markas besar Oriental Foundation dan tempat ini merupakan tempat bersejarah yang wajib dikunjungi dengan berbagai macam peninggalan sejarah yang berada di dalam markas ini.
  • Taman dan galeri pada area rumah ini jam operasionalnya adalah dari jam setengah 10 pagi hingga 6 petang.
  • Casa Garden tidak akan menerima pengunjung pada hari Sabtu, Minggu serta hari besar.

Lilau Square

Lilau SquareAir tanah dari Lilau ini pada zaman dulu adalah penting karena masyarakat Macau menjadikannya sebagai sumber utama mata air alami dan menggunakannya untuk keperluan hidup sehari-hari. Salah satu frase populer Portugis menyatakan bahwa siapapun yang meminum air Lilau ini maka tidak akan pernah lupa terhadap Macau.
Jadi, bagi yang penasaran akan area ini, silakan langsung datang dan mengelilingi tempat ini dengan berbagai keindahan di lilau square ini yang berada di china.

Na Tcha Temple

Na Tcha TempleKuil tua ini didirikan pada tahun 1888 dan pembangunan kuil ini bertujuan untuk mengenang dan menyembah Na Tcha. Saat mendatangi kawasan ini, maka akan dapat ditangkap secara jelas adanya dialektika Cina dan Barat yang disajikan melalui kuil Cina tradisional satu ini. Inilah salah satu spot terbaik di Macau yang akan membuat para wisatawan dapat mengenal identitas multikultural dan kebebasan beragama di Macau.
  • Na Tcha Temple bisa dikunjungi pada jam 8 pagi hingga 5 sore.
  • Pengunjung bisa masuk tanpa harus membayar.

Museum Wine

Museum WineMacau tidak hanya memiliki Museum Grand Prix, tapi juga ada Museum Wine yang mungkin membuat Anda berminat untuk menyambangi spot ini. Berada di lahan seluas 1400 meter persegi, museum ini terbagi menjadi beberapa area, yaitu museum dan pameran, Wine Cellar, dan informasi sejarah. Segala sejarah yang berkaitan dengan wine bisa didapatkan dari museum ini. Setiap area yang ada di museum ini tidak akan melulu memberikan info tentang produk anggur saja, tapi juga pengunjung dapat melihat alat-alat tradisional maupun modern yang digunakan dalam proses produksi anggur.
Museum ini juga mempunyai koleksi anggur sejumlah 1.143 dengan merk yang berbeda-beda; 28 adalah anggur China, dan 1.115 lainnya adalah anggur Portugis. Dari 1.115 merk anggur Portugis, 359 diantaranya adalah koleksi khusus dan 756 lainnya merupakan anggur komersial di mana Porto 1815 pun juga ada dan menjadi anggur paling tua.
  • Museum Wine ini buka dari hari Rabu hingga Senin antara jam 10 pagi sampai 6 petang dan setiap hari Selasa museum akan tutup.
  • Pengunjung tidak perlu membayar untuk berkunjung ke museum ini.

Dr. Sun Yat Sen Memorial House

Dr. Sun Yat Sen Memorial House...Dulunya digunakan oleh Dr. Sun Yat Sen sebagai tempat tinggal sementara, rumah ini menyimpan banyak sejarah berikut dokumen-dokumen penting. Dr. Sun Yat Sen adalah sesosok tokoh terkenal yang menjadi mentor sekaligus penggerak revolusi republik China. Beliaulah yang kemudian berhasil membuat rezim lemah dari Dinasti Qing terguling. Walau memang terhitung sebentar pada waktu Dr. Sun Yat Sen menginap di rumah ini sebagai tempat pelariannya dari kekuatan Mandarin, rumah ini menjadi saksi bisu proses Dr. Sun Yat Sen dalam mengumpulkan pendukungnya di zaman itu sehingga makin signifikanlah rumah ini.
  • Sun Yat Sen Memorial House buka dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore saja, namun kunjungan hanya bisa dilakukan pada hari Rabu hingga Senin karena setiap Selasa tempat ini tutup.
  • Pengunjung tidak dikenakan biaya untuk dapat masuk dan mengelilingi bekas kediaman sementaraDr. Sun Yat Sen ini.


Sumber:
http://tempatwisataunik.com/wisata-dunia/wisata-asia/china/tempat-wisata-di-macau

5 Alasan Shenzen layak dikunjungi untuk Wisata Arsitektur

Kalau berbicara tentang destinasi wisata di Cina, memang sangat banyak. Kota-kota utama yang biasa menjadi tujuan wisata pun biasanya adalah Shanghai, Beijing ataupun Hong Kong. Namun bukan berarti selain kota-kota tersebut, tempat lain bukanlah menjadi destinasi wisata yang menarik bagi para wisatawan.

Salah satu kota yang sayang untuk dilewatkan oleh para wisatawan adalah kota Shenzen. Popularitas kota ini dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya memang lebih rendah. Di mata para wisatawan luar negeri, Shenzhen pun kurang begitu dipandang. Namun kota yang satu ini lebih populer di mata para wisatawan lokal.

Meskipun begitu, bukan berarti tempat-tempat wisata yang ada di kota Shenzhen ini kurang begitu menarik bagi wisatawan asing. Malah para wisatawan yang berkunjung ke kota ini pun bakal memperoleh berbagai keuntungan. Berikut ini adalah lima alasan kenapa kota Shenzhen ini menjadi destinasi wisata menarik di negara China.

1. Jembatan antara Hong Kong dengan China

Alasan pertama adalah karena tempat ini menjadi jembatan utama yang menghubungkan antara negara China dengan salah satu wilayah administrasi khusus miliknya, yakni Hong Kong. Antara Hong Kong dan Shenzhen pun bisa dilalui menggunakan transportasi darat. Jadinya, sangat disayangkan dong kalau hanya melintasi kota ini.

Transportasi dari Hong Kong menuju ke Shenzhen atau sebaliknya bisa dilakukan dengan sangat mudah menggunakan sarana 

Jalur transportasi Hung Hom menuju ke Lok Ma Chau ini melewati sebanyak 14 stasiun dengan durasi perjalanan selama 45 menit dan menempuh jarak 34 kilometer. Kereta paling pagi berangkat pukul 5:30, sementara untuk kereta yang paling malam berangkat dari Stasiun Hung Hom pada pukul 23:07 waktu setempat.


2. Shenzhen merupakan surga belanja di negara China

Karena lokasinya berada sangat dekat dengan Hong Kong, kota Shenzhen pun menjadi tempat yang sangat menyenangkan untuk dijadikan lokasi berbelanja. Terdapat beberapa tempat belanja terkenal yang bisa dikunjungi pada saat berada di kota Shenzhen, berikut ini adalah beberapa di antaranya:

Luohu Commercial City

Lokasi belanja yang satu ini terletak di Distrik Luohu dan merupakan sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di gedung tujuh lantai. Gedung Luohu Commercial City menyatu dengan Shenzhen Railway Station dan Shenzhen Subway Line 1 Luohu Station. Tempat perbelanjaan yang satu ini menjadi lokasi belanja yang populer bagi para wisatawan karena lokasinya yang sangat berdekatan dengan perbatasan Hong Kong.

Dongmen Shopping Street

1024px-ShenZjen_Dongmen.jpg
Suasana di Dongmen Shopping Street (kredit: Wikipedia)

Pusat perbelanjaan Dongmen Shopping Street ini berada di pusat kota Shenzhen. Masyarakat lokal pun mempunyai anekdot terkait Dongmen Shopping Street yakni, 'tak berkunjung ke Dongmen Shopping Street sama saja tak berkunjung ke Shenzhen'. Di sini, barang-barang yang bisa dijumpai pun beragam, termasuk di antaranya adalah sepatu, baju, mainan, jam tangan, suvenir, elektronik dan lain-lain. Dibandingkan Luohu Commercial City, tempat ini menawarkan variasi barang dagangan yang lebih banyak serta harga lebih murah.

Huaqiangbeilu Electronic Goods Market

Nah sesuai namanya, Huaqiangbeilu ini merupakan lokasi untuk berburu berbagai jenis barang elektronik. Bahkan Huaqiangbeilu ini kabarnya disebut sebagai salah satu pusat perbelanjaan elektronik terbesar yang ada di benua Asia.

Sedikit tips bagi yang berbelanja di kota Shenzhen, tak semua produk yang dijual oleh para pedagang adalah barang asli. Malah kebanyakan adalah produk imitasi. Jadi harus mempunyai pengetahuan yang cukup kalau ingin berbelanja di sini.

Selain itu, terkadang para penjual di Shenzhen juga menerima pembayaran dengan mata uang Dolar Hong Kong. Namun kebanyakan tentu akan lebih memilih pembayaran dengan mata uang Renminbi. Dan yang perlu diperhatikan tentu saja adalah scam uang palsu yang biasa dilakukan. Terlebih ketika memperoleh pecahan uang 100 RMB.


3. Berkeliling dunia dalam waktu singkat di kota Shenzhen

Di kota ini, para traveler juga bisa melakukan perjalanan keliling dunia dalam waktu yang sangat singkat. Tak perlu waktu berbulan-bulan untuk bisa berkunjung ke berbagai destinasi wisata menarik yang ada di berbagai dunia. Di kota Shenzhen,  bisa dilakukan dalam hitungan jam. Caranya, bisa berkunjung ke Window of the World.

window-of-the-world-shenzhen.jpg
kredit: Travelpod

Window of the World merupakan wahana yang menampilkan total sebanyak 130 replika destinasi wisata terkenal dunia. Tempat ini mempunyai luas mencapai 48 hektar. Beberapa destinasi wisata terkenal dunia seperti Menara Eiffel, Colosseum, Menara Condong Pisa, Winter Palace dari kota Siant Petersburg, Istana Gyeongbok, Opera House Sydney dan bahkan Borobudur juga bisa dijumpai di tempat ini.

768px-Shenzen_077.jpg
Replika Eiffel di kota Shenzhen (Kredit: Wikipedia)

Meskipun disebut replika, tempat-tempat tersebut mempunyai ukuran yang cukup besar. Contohnya saja adalah replika Menara Eiffel yang dibuat dengan skala 1 berbanding 3. Replika tersebut mempunyai tinggi 108 meter, jadi masih cukup besar dan sekilas bakal terlihat seperti berada di kota Paris kalau mengambil foto di tempat ini.

Berada tidak jauh dari Window of the World, ada pula tempat serupa yang tak kalah menarik, yakni China Folk Culture Vilalge. Kalau World of the Window adalah tempat yang menyajikan miniatur destinasi wisata dunia, maka lain halnya dengan China Folk Culture Village. Di sini, para wisatawan akan diajak untuk berkeliling China dalam waktu singkat.

Namun di China Folk Culture Village, para wisatawan akan diajak untuk mengetahui budaya yang ada di penjuru negara China. Hampir seperti Taman Mini Indonesia Indah, di mana para pengunjung akan diajak untuk melihat kekayaan budaya yang dipunyai oleh negara tirai bambu tersebut.

4. Shenzhen kota dengan deretan pantai-pantai yang cantik

Bagi yang suka dengan wisata pantai, bisa pula menghabiskan waktu sejenak di kota Shenzhen. Di antaranya adalah dua pantai yang sangat terkenal di kota Shenzhen, yakni Da Meisha serta Xiao Meisha. Kedua pantai ini pun menjadi destinasi wisata yang populer di kota Shenzhen. Kedua pantai ini sama-sama terletak di Distrik Yantian.

1024px-Shenzhen_Bay_Bridge_2012.jpg
Pemandangan di Shenzhen Bay Bridge (kredit: Wikipedia)

Perjalanan dari pusat kota Shenzhen menuju ke kedua pantai ini tidak terlalu lama. Jarak antara kedua tempat ini bisa dicapai dalam kurun kurang lebih satu jam.

Xiao Meisha di kota Shenzhen mempunyai keindahan yang sangat menarik. Bahkan tempat ini memperoleh julukan sebagai 'Oriental Hawaii'. Xiao Meisha merupakan sebuah tempat yang dikelilingi oleh wilayah pegunungan pada ketiga sisinya. Pantai ini pun dalam kondisi yang bersih dan dijaga.

Sementara itu, Da Meisha dikenal sebagai pantai terpanjang yang ada di kota Shenzhen. Garis pantai tempat ini mencapai panjang 1,8 kilometer. Selain mempunyai kondisi pasir pantai yang bersih dan lembut, Da Meisha juga menjadi lokasi yang sangat menarik untuk dijadikan tempat surfing.

1024px-China-Yantian-Dameisha-and-Xiaome
Pantai Xiao Meisha di Shenzhen (kredit: Wikipedia)

Selain kedua pantai tersebut, tentu saja terdapat beberapa pantai lain yang bahkan menawarkan kondisi lebih sepi. Di antaranya adalah Pantai Jin Sha Wan, Pantai Longqi Wan, Pantai Juiaosha, Pantai Shuitousha, Pantai Nan'ao serta Pantai Xichong. Namun pantai-pantai tersebut mempunyai jarak yang lebih jauh dari pusat kota kalau dibandingkan dengan Da Meisha serta Xiao Meisha.

Sebagai tambahan, di sini juga terdapat Shenzhen Xianhu Botanic Garden bagi para traveler yang suka dengan wisata alam. Tempat ini mempunyai luas mencapai 10 ribu meter persegi dan di dalamnya terdapat lebih dari ribuan spesies tanaman dari berbagai dunia. Cocok untuk dijadikan sebagai lokasi untuk pembelajaran ataupun sekedar ingin menghabiskan waktu kalau sudah bosan dengan pemandangan pantai di Shenzhen.

5. Surga bagi para pecinta olahraga golf

Nah secara khusus, kota Shenzhen bakal menjadi lokasi yang sangat menarik bagi mereka yang hobi olahraga golf. Di negara Cina, kota yang satu ini dikenal sebagai salah satu destinasi golf terbaik yang ada. Salah satunya adalah Longgang Public Golf Course. Tak hanya memberikan tempat olahraga golf yang menarik, tempat ini juga mempunyai pemandangan yang sangat indah.

Kalau ingin tempat bermain golf yang lebih menantang, bisa berkunjung ke Mission Hills Golf Club. Klub golf yang satu ini dikenal sebagai klub golf terbesar dunia. Dan di sini pula menjadi lokasi event turnamen golf kelas dunia di mana para pesertanya pun adalah pegolf internasional seperti Jack Nicklaus, Ernie Els ataupun Vijay Singh.

Keterkaitan Urban dengan Landscape pada "Garden of the Stars"

Urban, kata yang sering diasosiasikan dengan kota besar. hubungan tersebut tercipta, karena pada dasarnya urban adalah bagian dari pusat kota, tempat segala aktivitas berlangsung. tinggal dikota besar berarti kita harus siap untuk berkaitan dengan urban. merasakan kota dapat dilakukan jika benar-benar menjalani kehidupan dan keseharian kita dikota, sebagai penghuni atau pendatang dari kota tersebut.


Melakukan interaksi dengan urban atau daerah yang berada di sekeliling daerah urban. hal ini dimaksudkan, bahwa dengan menjadi urban, diperlukan juga komunikasi dan interaksi yang baik dengan daerah sekitar. Hongkong, Tsim Sha Tsui adalah sebuah kota urban yang terus mengalami perubahan secara cepat, kota tersebut seharusnya mengatasi segala macam persoalan yang terjadi pada kehidupanurban yang terdapat didalamnya. persoalan tersebut muncul karena tak lain orang-orang yang menjalani hidup urban mudah sekali stres. sehingga sudah seharusnya bagian-bagian dari kota jakarta ini harus dirancang dengan baik, agar dapat mengurangi stres yang terjadi pada penduduknya.

Untuk mengatasi persoalan urban di kota-kota besar seperti Kota Tsim Sha Tsui, Hongkong harus memiliki solusi melalui arsitektur yang baik, diantaranya haruslah memiliki nilai-nilai seperti berikut;

1. Merespon Hijau


Arsitektur yang baik adalah arsitektur yang merespon terhadap isu-isu penyelamatan lingkungan, bahaya global warming, serta juga hilangnya tanaman hijau diperkotaan. Dalam hal ini, peran Garden of The Stars sebagai taman kota adalah sebagai wadah untuk merespon hijau dari padatnya bangunan bangunan perkotaan yang berada disekitarnya.


2. Merespon Kenyamanan

Penduduk kota yang terkategorikan masyarakat urban tentunya mengharapkan kenyamanan yang sesuai agar betah dan nyaman berada di dalam kota itu sendiri disamping dari rutinitas yang dikerjakan di dalam kegiatannya sehari-hari. Sehingga diperlukannya taman kota pada kawasan terseut merupakan hal yang penting untuk meningkatkan kenyamanan masyarakatnya disisi lain kesibukkan dari masyarakat urban di negara tersebut. Menghidupkan taman kota sebagai pusat dari tempat wisata dan rekreasi serta yang terpenting adalah membawa unsur kenyamanan pada pengguna dari Garden of the Stars.



3. Merespon Keterjangkauan

Selain aspek merespon hijau dan kenyamanan, aspek merespon keterjangkauan daripada taman ke kawasan urban juga sangat penting karena taman kota harus terletak pada kawasan yang merupakan pusat dari kota yang mudah untuk diakses atau dijangkau. Garden of the Stars terletak pada kawasan yang menghubungkan area urban pariwisata dengan area waterfront Avenue of Stars. Dilihat dari perletakkannya, taman ini sangat strategis untuk dicapai atau dijangkau baik dari area urban maupun waterfront karena taman ini berbatasan langsung dengan Salisbury Road yang merupakan Jalan Utama pada kota Tsim Sha Tsui serta letaknya yang sangat dekat dengan transportasi umum seperti stasiun kereta dan halte bus. 





Sumber:

http://piknikproject.blogspot.co.id/2011/04/arsitektur-urban.html

Lokasi KLA hongkong



Pada kegiatan KLA mahasiswa arsitektur gunadarma yang dilakukan pada bulan april 2017 , diadakan di kota hongkong,macau dan shenzhen. Tiap kota memiliki bangunan yang menarik tersendiri dan terdapat ciri khasnya masing-masing.

berikut merupakan tempat yang dilakukan pada kegiatan KLA di hongkong:


Bandara Internasional hongkong




setibanya di hongkong akan langsung tiba di bandara internasional hongkong dengan arsitektur yang modern dan memberikan kesan kemegahan. interiornya dibuat supaya memberikan rasa nyaman sekaligus fungsional dan sesuai dengan masyarakat perkotaan yang melakukan berbagai hal dengan cepat.



Garden of Star

Setelah ke beberapa tempat perbelanjaan di hongkong. kemudian dilanjutkan ke lokasi pengamatan objek KLA yang pertama yaitu Garden of Star yang berlokasi di Tsim Sha Tsui. merupakan lokasi pengamatan dengan objek pengamatan yang fokus ke landscape dan juga waterfront pada avenue of star



Peak Tower



Kemudian melakukan kunjungan lokasi ke the peak yang berada di atas bukit. di lokasi ini sendiri terdapat peak tower yang merupakan bangunan arsitektur modern kontemporer yang terlihat unit dan menjadi iconic dari the peak.



Madame Tussauds 


merupakan museum lilin yang berisikan tokoh-tokoh penting dan ternama. terdapat lebih dari 100 patung lilin yang terdapat didalamnya. setiap patung memiliki scene yang berbeda sehingga terlihat jelas suasananya.



Repulse Bay
Pantai alami yang berada di hongkong, pantai ini memiliki pasir putih sepanjang pesisirnya yang pada daerah sekitarnya dikelilingi oleh bangunan dengan konsep waterfront yang menghadap ke arah lautan. suasana santai dan nyaman begitu terasa begitu berada di pantai ini.


Sekian merupakan tempat-tempat lokasi KLA yang menarik dan memberikan kesan yang berbeda dan membantu menambah wawasan dalam bidang arsitektur serta sekaligus melakukan refreshing ke tempat yang baru.

Sekilas tentang Garden of The Stars

Avenue of Stars (Tionghoa星光大道), mengambil contoh dari Hollywood Walk of Fame, terletak di sepanjang jalan Victoria Harbour di Tsim Sha TsuiHong Kong. Ini adalah penghargaan yang diberikan pada kesohor dari dunia Industri Perfilman Hong Kong





Pada tahun 1982, kelompok New World Group membangun tempat pejalan kaki sepanjang tepi laut di sekitaran New World Centre di Tsim Sha Tsui EastKowloonHong Kong. Pada tahun 2003, mereka mengumumkan bahwa akan membelanjakan sekitar HK$40 juta untuk membangun "Avenue of Stars", sebuah proyek yang didukung oleh Hong Kong Tourism BoardTourism CommissionLeisure and Cultural Services Department dari pemerintahan Hong Kong dan Hong Kong Film Awards Association.
Tempat tersebut dibuka untuk umum pada 28 April 2004 dengan upacara pembukaan yang diadakan satu hari sebelumnya, 27 April. Upacara tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh pemerintahan dan kalangan industri termasuk Henry Tang (Financial Secretary), Stephen Ip (Secretary for Economic Development and Labour), Patrick Ho (Secretary of Home Affairs), Selina Chow (Chair of Hong Kong Tourism Board), Manfred Wong (Director/Actor), dan Cheng Yu Tung (Pimpinan dari New World Group); yang mendanai tempat ini dari anggaran mereka sendiri, akhiryna dikembalikan kepada pemerintahaan Hong Kong SAR sebagai milik umum.
Pada saat pembukaan, area tersebut sudah dilengkapi dengan sekitar 73 cap tangan/kaki dari para kesohor yang sudah diseleksi olehHong Kong Film Awards Association dan para pembaca dari City Entertainment.

Area ini terletak pada bagian timur dari atraksi yang menarik turis sangat banyak di sepanjangan tepian laut area Tsim Sha Tsui. Sebagai daya tarik lainnya juga ditambahkan beberapa arena yang menarik untuk turis termasuk Museum of ArtSpace MuseumCultural Centre dan Clock Tower.
Memasuki arena tersebut dari arah Salisbury Garden, akan bertemu langsung dengan sebuah patung replika setinggi 4.5 meter, yang merupakan tiruan dari penghargaan yang diberikan kepada para pengunjung Hong Kong Film Awards. Sepanjang 440 meter jalan tersebut juga diceritakan perjalanan sejarah perfilman Hong Kong selama seratus tahun terakhir, yang digambarkan dalam sembilan pilar yang berwarna merah dan tulisan di sekelilingnya. Dalam setiap satu gambar ada plakat yang diberikan kepada pesohornya. Beberapa diantaranya disertai dengan tanda tangan dan cetakan tangan dari pesohor dalam sement, namun pada umumnya hanya berisikan plakat dan nama dari pesohornya saja.


Jalanan itu memberikan pemandangan yang menarik sepanjang Victoria Harbour. Di malah hari, tempat itu sangat terkenal sebagai tempat untuk menampilkan Symphony of Lights. Itu adalah tempat yang terbaik untuk melihat sisi glamor dari dunia keartisan di Hong Kong.
Dalam waktu dekat akan dipasang replika dari obor Olimpiade Musim Panas tahun 2008.



Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Avenue_of_Stars,_Hong_Kong

Mengenal Arsitektur Landscape pada Taman Kota "Garden of The Stars"



Pada kesempatan kali saya akan menjelaskan dan mengenalkan sebuah taman kota yang berada di Hogkong, Tsim Sha Tsui, yaitu Garden of the Stars. Dikenal sebagai suatu taman yang menjadi salah satu landmark dan dijadikan tempat destinasi wisata,  taman ini merupakan taman tematik yang mengambil tema "Hollywood of The East" yang bertujuan untuk mengenalkan upaya industri perfilman Hongkong pada abad terakhir.

Selain itu taman ini merupakan taman kota karena perletakkannya yang diapit oleh kawasan urban yang pada dasarnya taman ini memiliki akses berupa jembatan yang menghubungkan antara area waterfront Avenue of stars dengan kawasan urban perkotaan. Jembatan tersebut juga merupakan main entrance dari Garden of the Stars yang terletak di lantai atas dari bangunan East Tsim Sha Tsui dan menjadikan area bagi para pendatang menikmati suasana kota Hongkong. Selain itu Jembatan ini terletak diatas jalan Salisbury Road yang merupakan jalan utama.


Pada dasarnya, alasan mengapa Garden of the Stars merupakan taman kota adalah perannya sebagai pendukung dari kawasan yang berada disekitarnya.serta mengenalkan pada pendatang bahwa kawasan tersebut bisa dijadikan pemersatu dari kawasan keseluruhan. Peran utama dari taman kota diantara lain adalah untuk menumbuhkan aspek sosial, komunikasi, area untuk rekreasi dan wisata, mengenalkan kebudayaan dan sejarah dari lingkungan tersebut.

Ditinjau dari segi arsitektur, taman merupakan inti dari arsitektur landscape yang tentunya memiliki elemen utama hard material dan soft material. Dilihat dari penataannya, Garden of the Stars merupakan taman yang memiliki elemen hard material yang dominan karena memang fungsi dan tujuan dibangunnya taman ini adalah untuk mengenalkan upaya industri perfilman Hongkong pada abad terakhir dengan cara membuat patung-patung dan lainnya.

Dilihat dari susunannya, taman tersebut memiliki orientasi terpusat karena memang perletakkan dari patung-patung, terutama patung bruce lee yang menjadi titik fokal dari taman tersebut, berada di tengah -tengah taman. Serta elemen soft material pendukung dari tama tersebut terletak di sisi sisi samping dari taman tersebut.

Berikut ini adalah elemen Hard dan Soft material yang digunakan pada Garden of the Stars:










Jika diamati dengan seksama, elemen hard material yang digunakan tentunya menggunakan bahan material yang sangat efisien dalam penggunaannya. Elemen tersebut antara lain menggunakan bahan yang minim perawatan, tahan lama atau awet karena menggunakan elemen yang berbahan dasar batu alam, stepping stone, paving blocks dan beberapa bagian menggunakan tegel dan beton. Adapun penggunaan tanaman juga memakai tanaman yang umum dan sesuai dengan keadaan cuaca dan iklim pada area tersebut, seerta jarang ditemukan tanaman yang terlihat "unik" karena taman kota merupakan taman milik bersama, sehingga apabila menggunakan tanaman yang memakan banyak biaya dan perawatan akan sangat disayangkan.

Permainan elevasi pada trap-trap tangga juga dimainkan untuk menunjukan zona-zona dan bagian yang merupaka zona aktif dan zona pasif. Area yang memiliki elevasi tinggi menunjukan bahwa area tersebut merupakan zona aktif yang dominan dan biasanya terdapat patung yang menunjukan ciri khas dari kawsan tersebut dan biasanya selalu ramai dikunjungi wisatawan yang berkunjung untuk melakukan kegiatan berfoto. Adapun area yang dianggap pasif merupakan area yang memiliki elevasi yang rendah dan area ini merupakan area beristirahat dan memilik banyak bench atau tempat duduk dengan fasilitas-fasilitas taman seperti lampu taman, kranair, dan lain sebagainya.