Senin, 27 Maret 2017

Window of The World, Shenzen

Selain Splendid China Miniatur Scenic Spot dan China Folk Culture Village, tujuan wisata lain dari Kota Shenzhen adalah Window of The World (WOW). Di sini Anda malah  bisa keliling dunia dalam waktu satu hari. Jika Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan replika bangunan dan ikon daerah yang ada di Indonesia, maka Window of The World merupakan replika monumen dari berbagai negara di dunia. Tempat wisata yang berdiri pada tahun 1994 ini usianya ternyata lebih muda dari Taman Mini Indonesia Indah yang diresmikan tahun 1975. Mungkinkah mencontoh konsep TMII Indonesia? kawasan seluas  480.000 meter persegi  yang terletak tepat di sebelah Splendid China  ini Anda akan dimanjakan dengan sederet replika berbagai objek keajaiban dunia, warisan sejarah, hingga situs pemandangan menakjubkan dari berbagai belahan dunia.


            




Di WOW,Anda bisa berkeliling mulai dari zona benua seperti Amerika, Asia, Eropa, dan Afrika, hingga beberapa zona menarik lainnya seperti Taman Patung, World Oceania, World Square, serta sebuah zona bernama International Street.
            Berada di sepanjang zona benua, para pengunjung akan disuguhkan oleh pesona dari lebih kurang sekitar 130 jenis koleksi replika atau miniatur berbagai jenis bangunan serta landmark terkenal. Salah satunya miniatur Menara Eiffel dari Paris.


            


Terdapat pula sebuah replika atau miniatur dari salah satu gunung berapi paling terkenal dipulau Hawaii yang dirancang secara khusus agar dapat menyemburkan air.  Ada juga miniatur air terjun terkenal benama Niagara, Istana Buckingham, Istana St Petersburg, Istana Versailles, Menara Pisa, Katedral Notre Dame, Acropolis, Taj Mahal, Sydney Opera House, dan masih banyak lagi.












Di kawasan International Street, pengunjung akan menyaksikan sederetan pusat-pusat pameran, restoran-restoran yang menjajakan berbagai jenis hidangan kuliner dari berbagai negara seperti Perancis, Italia, Austria, dan Jepang, hingga sederetan area coffee house. Selain itu, para pengunjung juga bisa berburu  aneka souvenir di pusat-pusat perbelanjaan yang secara khusus juga menjajakan beraneka jenis souvenir atau kerajinan tangan khas dari berbagai negara. Sementara bila pengunjung berkeliling di sepanjang wilayah zona Taman Patung, akan terdapat sekitar 50 jenis koleksi replika patung-patung terkenal dari berbagai dunia.







Salah satu daya tarik lain dari WOW adalah beberapa acara panggung hiburan, di antaranya Festival Musim Semi, Cherry Festival, Pekan Kebudayaan India, Beer Festival International, Pop Music Festival, Festival Musim Panas, hingga sederetan festival menarik khas dari berbagai negara lainnya.
Dengan tiket masuk yang mungkin cukup mahal sekitar Rp 300 ribu, namun sejatinya Anda tak rugi memasuki objek wisata ini. Seperti halnya di Splendid of China jika Anda ingin berkeliling dunia tanpa merasakan pegal-pegal kaki akibat jalan kaki, Anda bisa naik shuttle bus, monorail atau skuter elektrik yang dapat kita kendarai sendiri untuk berkelilingWOW.

Sejarah Negara Hongkong

Image result for asal usul hongkong


Nama Hong Kong berasal dari kata “ Heung Kong “ yang artinya “ pelabuhan harum.Dalam dialek Canton dikenal dengan istilah “ Heung Gong “ yang artinya pelabuhan semerbak “.Adapun Kowloon artinya “ Sembilan Naga”.Namun julukan Hongkong sebagai kerajaan penyamun juga tidak meleset.Sebab pada waktu para pedagang dari Portugis datang pada abad ke – 16. Hong Kong merupakan kumpulan desa nelayan dan pertanian.Karena penduduknya jarang,teluk-teluk dan pulau – pulau kecil sepanjang pantainya yang panjang dan berkelok-kelok menjadi tempat bersarang bajak laut yang menggangu pelayaran sepanjang pantai cina selatan.Oleh karena itu tidak banyak penduduk yang berani bertempat tinggal di situ.


Wilayah Hong Kong diperkirakan sudah mulai ditinggali manusia sejak zaman Neolitikum, namun baru dikenal secara luas saat Hong Kong diserahkan kepada Britania Raya (Kerajaan Inggris) setelah Perang Opium pada abad ke-19. Sebelumnya, pada 1513, pelaut Portugis Jorge Álvares, menjadi orang Eropa pertama yang mengunjungi Hong Kong.



Dalam Konvensi Peking tahun 1860 setelah Perang Opium Kedua, Semenanjung Kowloon dan Stonecutter’s Island diserahkan kepada Britania Raya sedangkan New Territories, termasuk Pulau Lantau, disewakan pada Britania untuk 99 tahun sejak 1 Juli 1898 dan berakhir 30 Juni 1997.



Perang Opium
Tentara Inggris pertama kali berlabuh Guangzhou (Canton) pada abad ke-16. Mereka berdagang opium mulai tahun 1773. Ketika itu penggunaan opium di masyarakat China cukup luas. Inggris mendatangkan opium dari India.



Tahun 1800, Kaisar Cina, Tao Kwang, melarang perdagangan opium dan tahun 1839 pemerintah menyita serta memusnahkan opium di Guangzhou dan Kanton milik Inggris. Pemerintahan Inggris meresponnya dengan memaklumatkan perang –dikenal dengan Perang Opium I (1839-1842). Perang dimenangkan oleh Inggris.



Penguasa China, Dinasti Qing, bersedia menandatangani perjanjian damai dengan Inggris pada 29 Agustus 1842 di atas kapal perang Inggris HMS Cornwallis di Nanjing/Nangking –Perjanjian Nanjing (Treaty of Nanjing). Isi perjanjian: pertama, Cina harus membayar upeti 21 juta dolar ke Inggris sebagai ganti rugi; kedua, Cina harus membuka kembali pintu perniagaan ke dunia barat, dengan membuka pelabuhan di Guangzhou, Jinmen, Fuzhou, Ningbo, dan Shanghai; ketiga, China harus menyerahkan wilayah Hong Kong beserta pulau-pulau kecil di sekitarnya kepada Inggris sebagai tanah jajahannya.



Namun demikian, Cina terus berupaya menghentikan perdagangan opium sehingga terjadi Perang Opium II. Dalam perang tersebut Cina kembali mengalami kekalahan.



Di bawah kekuasaan Inggris, Hong Kong dibangun di atas fondasi Demokrasi dan Liberalisme, sedangkan Cina merupakan pusat Sosialisme dan Komunisme di Asia.



Setelah sekitar 156 tahun dikuasai Inggris, Hong Kong dikembalikan kepada Cina pada 1 Juli 1997. Di bawah sistem kapitalisme, Hong Kong telah tumbuh menjadi pusat keuangan, perdagangan, pelayaran, logistik, dan pariwisata internasional di kawasan Asia Pasifik.



Menjelang pengembalian Hong Kong ke China, Deng Xiaoping, pemimpin China ketika itu, berjanji akan menerapkan konsep “satu negara dua sistem”. Konsep tersebut memberikan otonomi kepada pemerintah Hong Kong seperti pada sistem hukum, mata uang, bea cukai, imigrasi, peraturan jalan yang tetap berjalan di jalur kiri, kecuali urusan yang menyangkut pertahanan nasional dan hubungan diplomatik yang tetap ditangani oleh pemerintah pusat di Beijing. Dengan kata lain, konsep tersebut menjamin Hong Kong tetap berdiri di atas sistem kapitalis, dan Cina tetap berada dalam sistem sosialis.



Beijing menerapkan sistem satu negara dua sistem dengan konsisten sehingga kestabilan politik tetap terjaga. Hubungan Beijing dengan Hong Kong berjalan dinamis dan iklim investasi baik dari dalam maupun luar negeri semakin meningkat.



Kini Hong Kong menjadi pusat keuangan, perdagangan, logistik, pariwisata, dan pelayaran internasional.



Referensi:
http://ddhongkong.org/data-hong-kong/sejarah/
http://andikaafnor.blogspot.com/2011/10/sejarah-hongkong-dan-taiwan.html
http://sejarahdanpengetahuandunia.blogspot.com/2009/07/hong-kong-satu-negara-dua-sistem.html